Breaking News

Simalungun Membangun

Pemkab Simalungun Rencanakan Bangun BUMD Agro Madear

Feb 15, 2007 at 08:17 AM
Simalungun (SIB)

Menindak lanjuti program pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Simalungun sebagai daerah agropolitan, Pemkab Simalungun merencanakan mendirikan BUMD Agro Madear yang bergerak di bidang usaha industri dan pertanian sekaligus menjadi mitra para investor yang akan menanamkan modalnya di Simalungun.

Bupati Simalungun Drs HT Zulkarnain Damanik MM, Selasa (13/2) menyebutkan, rencana pembentukan BUMD merupakan salah satu terobosan memasuki era globalisasi dan pasar bebas. Perusahaan ini diharapkan dapat menjembatani sekaligus memberikan perlindungan bagi petani, misalnya dalam pemasaran berbagai jenis komoditi hasil pertanian sehingga tidak pernah terjadi over produksi mengakibatkan harga anjlok menimbulkan petani merugi.

Bentuk umum dan bidang usaha yang akan ditangani perusahaan diakui sedang disusun. Perekrutan unsur Direksi akan dilakukan secara terbuka melalui uji kepatutan dan kelayakan dengan persyaratan minimal berpendidikan S1 bidang ekonomi non PNS (Pegawai Negeri Sipil), usia antara 30-50 tahun, kapable, kreatif serta memiliki wawasan dalam membangun jaringan usaha baik kepada petani binaan maupun para investor sebagai partner.

Misalnya, investor Jepang atas perusahaan Kanematsu akan membangun pabrik Ethanol di Simalungun, membutuhkan bahan baku ubi kayu 200 ton/hari. Dalam hal ini, Agro Madear diminta dapat membentuk kelompok petani budi daya ubi kayu untuk memenuhi kebutuhan Kanematsu tersebut.

Menurutnya, rencana pembentukan BUMD Agro Madear akan tuntas pada tahun 2007 ini. Dan batas waktu perekrutan unsur direksi segera diumumkan melalui mass media.
BUMD Agro Madear diminta kelak mampu memberdayakan potensi sumber daya alam daerah Simalungun serta membangun kepercayaan publik khususnya para petani turut dilibatkan dalam pengadaan berbagai jenis komoditi sesuai dengan standart kwalitas maupun kwantitas memenuhi permintaan pasar.

Selain membina hubungan dengan petani binaan dan para pengusaha, perusahaan diharapkan dapat mengusahai berbagai aset Pemkab Simalungun seperti KIS (Kawasan Industri Simalungun), seluas lebih kurang 200 Ha di Kecamatan Tapian Dolok, STA (Stasiun Terminal Agropolitan) di Kecamatan Silimakuta, mengelola lahan perkebunan di Kecamatan Dolok Panribuan serta program peternakan di Kecamatan Purba.

Sementara, Ketua KTNA (Kelompok Tani dan Nelayan Andalan) Simalungun Marudut Napitupulu secara terpisah menanggapi positif rencana pembentukan BUMD Agro Madear.

Menurutnya, hal ini menunjukkan keseriusan Pemkab Simalungun dalam rangka pembangunan perekonomian kerakyatan. “Seluruh kelompok tani yang tergabung di dalam wadah KTNA akan diarahkan mendukung program perusahaan daerah tersebut”, katanya.