Kendala Kuliah

Saudaraku Yang tercinta

Kuliah, bukanlah segalanya. Belajar di bangku kuliah hanya bertujuan untuk membentuk pola pikir dan pemahaman dasar-dasar keilmuan.

Namun tak cukup hanya dengan mengandalkan kuliah. itulah sebabnya sekarang ini di Indonesia, kalian pun tahu kayaknya, bahwa banyak mereka yang mengikuti seminar, workshop dan PKL (praktek kerja lapangan) untuk mentest kemampuan dan kapabilitas mereka terhadap dunia nyata.

Saya salut benar dengan saudaraku semua yang mempunyai ambisi dan agresifitas untuk melanjutkan kuliah. Namun, patut untuk diingatkan bahwa usaha itu belum cukup bila kita tidak bergerak untuk selalu mengasahnya dalam dunia nyata.

Bagi yang kuliah di bidang eksakta, cobalah untuk mengaplilkasikan ilmu anda di bidang yang anda tekuni. Mungkin kalian bisa mencari problem dan sekaligus temukan solusinya. Semakin banyak yang bisa kalian pecahkan, maka akan semakin mudah menghadapi masa depan.

Untuk yang kuliah non-eksak. Mungkin kalian bisa mencoba membuat analisis-analisis sendiri mengenai kasus-kasus tertentu. Mungkin lebih luas lagi mengenai pemikiran-pemikiran orang-orang terdahulu yang ternama.

Usaha seperti ini dapat melipat gandakan kemampuan anda 3 x lipat. Tanpa itu, saya kira tidak ada yang bisa kita lakukan.

Udah, itu saja??? Tidak. Kita juga mesti mencari tempat atau lebih tepat membuat tempat di mana kita akan menerapkan ilmu itu. Sekarang ini, menciptakan lapangan kerja lebih ideal daripada mencari lapangan kerja.

Bagaimana caranya?? Yah, cobalah untuk membuat jaringan. Kumpulan teman-teman seprofesi. Ajak mereka berdiskusi secara intens. Buat lingkungan pergaulan anda. Kelak, kalian akan saling membutuhkan dengan relasi tersebut. Yang pada akhirnya membuat simbiosis saling tolong menolong.

Kita, mungkin akan bingung, dengan tugas dan kewajiban kita yang berjibun. Sehingga kita banyak mengeluh. Tapi tahukah kita, bahwa begitulah manusia sekarang ini. Mereka dihadapkan dengan ribuan persoalan.

Bagaimana cara mengatasinya?
Mudah saja, buatlah skala prioritas dan lakukan yang paling penting terlebih dahulu. Semakin banyak alternatif yang kita dapat akan semakin baik dan semakin terbuka pilihan kita untuk masa depan.

Untuk Bang Juber,
Tenanglah, jangan terlalu pikirkan silabus Bangalore University yang kadaluarsa. Kuliah di Universitas tersebut hanya untuk mendapat pengakuan saja. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, banyak sekarang buku tersedia versi "self learning" untuk beberapa hal.

Abang bisa berkunjung ke penerbit BPP Publication India. Di situ banyak buku-buku yang membahas setiap perkembangan ilmu komputer baru, mulai dari animasi, networking sampai database.

Dengan bekal ilmu dasar yang kita dapt di bangku kuliah. Kita akan mudah untuk menjelajahi semuanya satu persatu. Memperkuat kompetensi kita dalam satu bidang ilmu dan lain sebagainya.

Untuk Yusuf,
Masih jauh perjalanan yang kita butuhkan. Apalagi yang harus kau lakukan. Kau sungguh beruntung, kau bisa melihat kegagalan yang kami lakukan abang-abangmu. Belajarlah dari situ semua, jangan ulangi kesalahan tersebut.

Aku pernah menyarankan kepadamu agar dari sekarang melakukan uji analisa terhadap masalah-msalah di Indonesia. Kau bisa menerbitkannya di media massa atau membuatnya menjadi buku.

Memang, untuk langkah awal kita sering menghadapi kekecewaan, saat tulisan kita, nampak seperti tidak dihiraukan banyak orang. Tapi kita harus yakin dalam diri kita sendiri, bahwa suatu saat, ilmu kita akan bertambah terus, sampai ke tingkat yang membuat orang mau melirik hasil karya kita.

Buat Jul,
Selamat menjelajahi dunia ini. Aku tahu dan mengerti, bahwa manusia terkdang membutuhkan waktu untuk mengekplorasi sendiri dunia ini. Hanya aku sarankan, bila kau menemukan kesulitan. Jangan sekali-kali patah semangat. Karena kesulitan merupakan hal yang lumrah di dunia ini. Kita harus bisa menganggapnya sebagai tantangan yang harus kita hadapi.

Bicaralah bila itu perlu. Tulislah kegelisahan dan kepanikan jiwamu. Dalam puisi atau kata-kata. Jangan biarkan itu mengendap dalam dirimu, hingga menjadi beban yang sulit dilekang.

Untuk semua saudaraku selamat berjuang.

Aku sendiri, kalau bisa aku terus terang, juga sedang kebingungan. Aku sedang berusaha menciptakan lapangan. Sebuah lapangan kerja yang mungkin dapat menjadi tempat kita semua.

Tapi, cita-cita itu akan sangat lambat tercapai, karena dana masih sangat kurang. Aku berharap dari Pakkat bisa mensupport. Tapi aku rasa, mereka sendiri sudah kehabisan akal dan dana.

Aku hanya bisa berharap, apa yang kita cita-citakan semua, semoga Allah memberkatinya.

Wassalam

Julkifli

0 comments :

Formulir Kontak