Breaking News

Ladang Minyak Suriah Kembali di Bawah Pemerintah



Suriah kembali menguasai ladang minyak dan gas yang sebelumnya berada di bawah kendali milisi SDF. Pembebasan ini terjadi di wilayah Deir ez-Zor, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi energi utama negara.

Salah satu ladang paling strategis yang berhasil dibebaskan adalah Ladang Al-Omar, dengan kapasitas produksi sekitar 75.000 hingga 80.000 barel minyak per hari. Ladang ini menjadi simbol penting pemulihan kendali pemerintah atas sumber daya vital nasional.

Selain itu, Ladang Al-Tanak juga kembali ke tangan pemerintah Suriah, dengan produksi harian sekitar 35.000 hingga 40.000 barel minyak. Pemulihan ladang ini memperkuat kapasitas ekonomi dan energi wilayah timur negara.

Ladang Al-Jafra yang menghasilkan sekitar 3.000 barel minyak per hari juga berhasil dibebaskan, menandai keberhasilan pemerintah dalam mengembalikan kendali lapangan-lapangan minyak kecil hingga menengah.

Ladang Al-Azbah dengan kapasitas 1.500 hingga 2.000 barel per hari kini sepenuhnya berada di bawah pengawasan aparat pemerintah. Hal ini menunjukkan upaya sistematis untuk memulihkan produksi energi di seluruh Deir ez-Zor.

Sementara itu, ladang Tayyanah menghasilkan antara 1.300 hingga 1.500 barel minyak per hari dan kini juga kembali berada di bawah kendali pemerintah. Pemulihan ladang-ladang ini meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

Ladang Jiddu yang lebih kecil dengan produksi 800 hingga 1.200 barel per hari turut dibebaskan, meski kapasitasnya lebih rendah dibandingkan ladang utama, namun tetap berkontribusi pada pasokan minyak nasional.

Ladang Al-Malih dan Ladang Al-Azraq yang masing-masing menghasilkan 600 hingga 1.000 barel minyak per hari juga kembali dikuasai pemerintah, menandai konsistensi operasi militer dan pengamanan wilayah.

Selain minyak, Ladang Koniko yang menghasilkan gas sekitar 12 hingga 13 juta meter kubik per hari juga telah dibebaskan, menambah pasokan energi gas untuk kebutuhan domestik dan industri.

Keberhasilan ini merupakan hasil operasi militer terkoordinasi pemerintah Suriah di wilayah timur, yang selama bertahun-tahun dikuasai milisi SDF. Operasi ini memperlihatkan fokus pemerintah untuk mengamankan sumber daya vital.

Pemulihan ladang-ladang ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi lokal di Deir ez-Zor, yang selama bertahun-tahun mengalami gangguan akibat konflik dan penguasaan milisi bersenjata.

Para analis menekankan bahwa kembalinya ladang minyak ke tangan pemerintah dapat meningkatkan stabilitas energi nasional dan mengurangi ketergantungan Suriah pada pasokan impor atau jaringan ilegal.

Selain aspek ekonomi, kontrol atas ladang-ladang ini juga memiliki nilai strategis bagi pemerintah, karena mengurangi sumber pendanaan milisi SDF dan memperkuat posisi Suriah dalam negosiasi politik regional.

Keamanan ladang menjadi prioritas, dengan pengawasan ketat aparat militer dan pasukan keamanan untuk memastikan produksi berjalan normal dan mencegah sabotase.

Pemulihan ladang-ladang ini juga membuka peluang investasi dan perbaikan infrastruktur, termasuk pemeliharaan fasilitas lama yang rusak selama masa konflik.

Selain Al-Omar dan Al-Tanak, pemerintah juga memfokuskan pengamanan di ladang-ladang kecil, karena setiap titik produksi minyak dan gas berperan penting bagi pasokan energi nasional.

Penduduk lokal menyambut baik keberhasilan ini, karena diharapkan akan ada peningkatan lapangan kerja dan pembangunan ekonomi setelah pulihnya kontrol pemerintah.

Selain minyak, ladang gas Koniko menjadi kunci untuk pemenuhan kebutuhan listrik dan industri di wilayah timur Suriah, sehingga pengawasan dan pengelolaan yang efektif menjadi prioritas.

Langkah ini juga menunjukkan kemampuan pemerintah Suriah untuk memulihkan kendali wilayah yang sebelumnya lemah, sekaligus memperkuat integritas nasional di wilayah timur.

Pemulihan ladang-ladang ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi Suriah pasca-konflik, sekaligus memberikan pesan tegas kepada kelompok bersenjata bahwa penguasaan wilayah tidak bersifat permanen.

Dengan semua ladang minyak dan gas utama kembali ke kendali pemerintah, Suriah kini berada dalam posisi lebih kuat untuk merencanakan strategi energi nasional, stabilitas ekonomi, dan pembangunan infrastruktur jangka panjang.